Logo

Desa Bangga

Kabupaten Sigi

Home

Profil Desa

Infografis

Listing

IDM

Berita

Belanja

PPID

Situs Cagar Budaya Sumur Silamu

Situs Cagar Budaya Sumur Silamu

Invalid Date

Ditulis oleh Administrator

Dilihat 0 kali

Situs Cagar Budaya Sumur Silamu

Sumur Silamu merupakan salah satu situs bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perkembangan Islam di wilayah Kerajaan Bangga. Dalam dialek Kaili Ado, sumur ini dikenal dengan sebutan Vuvu Silamu, yang berarti "Sumur Islam". Penamaan tersebut berkaitan dengan fungsi sumur ini sebagai tempat pelaksanaan prosesi pengislaman keluarga Kerajaan Bangga beserta masyarakatnya pada masa awal penyebaran agama Islam di wilayah tersebut.

Berdasarkan tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bangga, pada masa pemerintahan Pue Bongo Totua (Imbalva Lemba), Kerajaan Bangga menerima ajaran Islam melalui Dato Karama (Syekh Abdullah Raqie), seorang ulama yang datang dari Minangkabau, Sumatera Barat, untuk menyebarkan agama Islam di Tanah Kaili. Sebelum proses islamisasi di Bangga dilaksanakan, Pue Bongo Totua bersama Pue Njidi dan Pue Nggari terlebih dahulu memeluk agama Islam di Lembah Palu melalui bimbingan Dato Karama.

Setelah kembali ke Bangga, Pue Bongo Totua memohon kepada Dato Karama agar keluarga kerajaan dan seluruh rakyat Kerajaan Bangga juga diberikan pembinaan serta pengajaran agama Islam. Untuk memenuhi permintaan tersebut, Dato Karama mengutus salah seorang murid sekaligus pengikutnya, yaitu Ma'ruf, yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan gelar Syabandara, untuk melanjutkan dakwah di Bangga.

Di bawah bimbingan Syabandara, prosesi pengislaman keluarga kerajaan dan masyarakat Bangga dilaksanakan di Sumur Silamu. Sejak saat itu, sumur ini menjadi simbol awal berkembangnya agama Islam di Bangga sekaligus menjadi salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai religius, budaya, dan historis bagi masyarakat setempat.

Syabandara kemudian menetap di Bangga hingga akhir hayatnya. Beliau dimakamkan di Bangga, dan pusaranya hingga kini berada di lokasi yang berdekatan dengan makam Pue Bongo Totua. Keberadaan kedua makam tersebut menjadi bukti sejarah sekaligus pengingat akan proses penyebaran Islam di wilayah Bangga.

Kepercayaan tersebut berawal dari kisah kesembuhan putra Pue Karama Lemba, yang kemudian menjadi bagian dari tradisi lisan masyarakat Bangga dan diwariskan dari generasi ke generasi. Meskipun demikian, keyakinan tersebut dipandang sebagai bagian dari warisan budaya lokal dan bentuk ikhtiar masyarakat, sementara kesembuhan sepenuhnya diyakini berasal dari kehendak Allah SWT.

Hingga saat ini, Sumur Silamu tetap dijaga dan dihormati oleh masyarakat Desa Bangga sebagai situs bersejarah yang merekam jejak awal masuknya Islam di Kerajaan Bangga. Keberadaannya tidak hanya menjadi simbol perjalanan sejarah dan penyebaran agama Islam, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya serta kearifan lokal masyarakat Bangga yang patut dilestarikan.

Bagikan:

Wisata Lainnya

Wisata Lainnya

Logo

Desa Bangga

Kecamatan Dolo Selatan

Kabupaten Sigi

Provinsi Sulawesi Tengah

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia