Logo

Desa Bangga

Kabupaten Sigi

Home

Profil Desa

Infografis

Listing

IDM

Berita

Belanja

PPID

Bencana Banjir Bandang 2019 Desa Bangga

Bencana Banjir Bandang 2019 Desa Bangga

Invalid Date

Ditulis oleh Administrator

Dilihat 0 kali

Bencana Banjir Bandang 2019 Desa Bangga

Desa Bangga merupakan salah satu wilayah yang sejak dahulu memiliki riwayat bencana banjir. Berdasarkan hasil Kajian Risiko Bencana Desa Bangga, peristiwa banjir tercatat telah terjadi sejak tahun 1932 dan berulang pada tahun 1963, 1982, 1985, 1986, 1992, 1995, 1997, 2002, 2005, 2010, 2012, 2018, hingga mencapai puncaknya pada bencana banjir bandang tahun 2019.

Di antara seluruh rangkaian peristiwa tersebut, banjir bandang tahun 2019 merupakan bencana terbesar dalam sejarah Desa Bangga. Bencana ini mengakibatkan tertimbunnya sebagian besar wilayah permukiman Dusun I dan Dusun II oleh material pasir, batu, dan lumpur. Jika ditinjau dari sejarah kebencanaan desa sejak tahun 1932, banjir bandang tahun 2019 merupakan peristiwa yang menimbulkan dampak paling luas dan kerugian terbesar bagi masyarakat.

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, banjir bandang tersebut menyebabkan kerugian materi yang sangat besar. Berdasarkan data Pemerintah Desa Bangga, sekitar 500 hektare kawasan yang meliputi lahan pertanian, perkebunan, dan permukiman warga terdampak oleh bencana ini. Aktivitas ekonomi masyarakat pun lumpuh total karena sebagian besar mata pencaharian bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan yang mengalami kerusakan parah. Dalam masa pemulihan, masyarakat sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, organisasi non-pemerintah (NGO), maupun lembaga kemanusiaan lainnya.

Akibat besarnya dampak bencana tersebut, pemerintah menetapkan relokasi permukiman bagi masyarakat yang berada di kawasan paling terdampak. Dua dusun di Desa Bangga dipindahkan ke kawasan yang dinilai lebih aman dari ancaman banjir bandang. Sekitar 765 kepala keluarga direlokasi ke hunian baru karena rumah-rumah mereka telah tertimbun material pasir dan tidak lagi layak dihuni.

Berdasarkan hasil kajian dan informasi yang berkembang di masyarakat, banjir bandang tahun 2019 berkaitan erat dengan dampak Gempa Bumi Sulawesi Tengah tahun 2018. Gempa tersebut memicu longsoran besar di kawasan hulu Sungai Ore, Desa Bangga. Material longsoran menutup alur sungai sehingga membentuk bendungan alami yang menahan aliran air. Seiring berjalannya waktu, terbentuk genangan air yang sangat luas menyerupai danau. Informasi mengenai keberadaan genangan tersebut diperoleh dari warga yang beraktivitas di kawasan hulu, seperti berkebun dan berburu.

Pascabencana, tim dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu bersama perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) melakukan kajian di lokasi terdampak. Berdasarkan hasil perkiraan, material sedimen yang berada di kawasan hulu Sungai Ore mencapai sekitar 15 juta meter kubik. Untuk mengurangi risiko bencana serupa pada masa mendatang, pemerintah kemudian membangun Sabo Dam di Sungai Ore sebagai bangunan pengendali sedimen yang berfungsi menahan aliran pasir dan material longsoran sebelum mencapai kawasan permukiman.

Hingga saat ini, masyarakat Desa Bangga terus berupaya bangkit dan membangun kembali kehidupan sosial maupun ekonomi mereka. Berbagai bantuan dari pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan lembaga swadaya masyarakat telah membantu penyediaan hunian tetap serta pemulihan kehidupan masyarakat. Namun demikian, proses pemulihan ekonomi masih menghadapi banyak tantangan karena sebagian besar lahan pertanian dan perkebunan masih tertimbun pasir dan mengalami perubahan struktur tanah sehingga belum sepenuhnya produktif.


Bagikan:

Wisata Lainnya

Wisata Lainnya

Logo

Desa Bangga

Kecamatan Dolo Selatan

Kabupaten Sigi

Provinsi Sulawesi Tengah

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia